Tasikmalaya Diguncang Cuaca Ekstrem, Pohon Tumbang Porak-Porandakan Dua Rumah Warga di Paseh
Tasikmalaya- Kota Tasikmalaya kembali diterpa cuaca ekstrem pada Senin sore (tanggal bisa disesuaikan). Badai angin kencang yang menyertai hujan deras memicu sejumlah insiden, salah satunya yang terparah adalah tumbangnya sebuah pohon besar yang menghantam dua rumah warga di Kampung Paseh, Gang Masjid Nurul Huda, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung.

Baca Juga : Kesuksesan Aksal Setiawan ST Di Dunia Teknologi Informatika
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 15.15 WIB itu membuat panik warga. Suara gemuruh keras terdengar seketika, menandakan sebuah pohon tua yang akarnya sudah lapuk akhirnya tak kuasa menahan terpaan angin.
Kronologi Kejadian dari Saksi Mata
Asep (40), salah seorang korban yang rumahnya tertimpa, menuturkan detik-detik mengerikan tersebut. Peristiwa terjadi tak lama setelah suara azan Ashar berkumandang.
“Saya sedang di rumah saat tiba-tiba mendengar suara berderak sangat keras, seperti petir yang menyambar. Begitu keluar, saya kaget melihat pohon besar itu sudah roboh menimpa rumah saya dan rumah Ibu Ela, tetangga saya,” ujar Asep dengan wajah masih terlihat syok. “Pohon ini usianya sudah sangat tua, bagian pangkalnya sudah keropos dimakan rayap. Ditambah dengan hujan dan angin yang sangat kencang hampir satu jam lamanya, akhirnya pohon itu tumbang.”
Tim BPBD Bergerak Cepat, Evakuasi Dilakukan
Mendapat laporan kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi dan penanganan darurat.
Cucu, yang akrab disapa Opang, salah seorang petugas TRC BPBD yang memimpin penanganan di lokasi, mengonfirmasi bahwa insiden di Paseh adalah salah satu dari beberapa laporan dampak cuaca ekstrem yang mereka terima pada sore itu.
“Selain pohon tumbang di Paseh ini, kami juga menerima laporan kejadian serupa di Kecamatan Indihiang, genangan banjir di Jalan AH Nasution, rumah roboh di Bungursari, dan atap rumah yang tersapu angin di Indihiang,” jelas Cucu saat memberikan keterangan di sela-sela operasi pembersihan.
Kerusakan Kategori Sedah, Warga Diimbau Waspada
Meski menimbulkan kerusakan material yang signifikan pada kedua rumah, berita baiknya adalah tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Menurut penilaian petugas, rumah-rumah tersebut masih layak huni.
“Syukur Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Kerusakan yang terjadi kami kategorikan dalam tingkat sedang. Tim kami masih bekerja untuk memastikan kondisi benar-benar aman,” tambah Cucu sembari menunjuk timnya yang masih bekerja membersihkan batang pohon hingga pukul 18.25 WIB.
Melihat rentetan kejadian ini, BPBD Kota Tasikmalaya kembali mengingatkan seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras dan angin kencang melanda.
“Kami imbau masyarakat untuk menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, atau struktur yang rapuh saat cuaca ekstrem. Bagi pemilik pohon yang sudah tua dan lapuk, segera lakukan penebangan yang terkontrol untuk meminimalisir risiko serupa di kemudian hari,” pungkas Cucu menutup pernyataannya.
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.
Tasikmalaya Siaga, BPBD Terus Pantau Dampak Pasca Cuaca Ekstrem
Selain itu, laporan dari warga juga terus berdatangan. Sebagai contoh, di Kecamatan Indihiang, sebuah pohon berukuran lebih kecil juga tumbang dan memblokir akses jalan lingkungan. Sementara itu, di Jalan AH Nasution, genangan air mencapai ketinggian 30-40 centimeter yang sempat mengganggu arus lalu lintas. Bahkan, kejadian yang lebih serius terjadi di Kecamatan Bungursari, dimana satu unit rumah mengalami kerusakan struktur akibat diterpa angin kencang.
Menanggapi serangkaian kejadian ini, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Drs. H. Dadang Darmawan, M.Si., langsung menginstruksikan peningkatan status siaga. “Kami telah mengerahkan semua unit TRC,” jelasnya melalui sambungan telepon. “Selanjutnya, kami juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk penanganan cepat pohon tumbang dan genangan air.”
Di sisi lain, warga setempat, seperti Asep, mulai melakukan perbaikan perlahan. “Kami bersyukur tidak ada yang terluka. Sekarang, kami fokus membersihkan reruntuhan dan menilai kerusakan,” ujarnya. Meskipun demikian, kekhawatiran masih menyelimuti warga mengingat prakiraan cuaca masih menunjukkan potensi hujan lebat dalam beberapa hari ke depan.
Oleh karena itu, BPBD kembali menekankan pentingnya kewaspadaan dini. “Imbauan kami sebelumnya tetap berlaku. Terutama, hindari daerah yang rawan pohon tumbang atau banjir saat hujan deras,” tambah Dadang. Kemudian, pihaknya juga membuka posko pengaduan 24 jam untuk memudahkan warga melaporkan keadaan darurat.
Kedepannya, BPBD berencana melakukan audit terhadap pohon-pohon tua dan rapuh di seluruh kota. “Langkah proaktif ini sangat penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa,” pungkas Dadang. Dengan demikian, upaya penanganan darurat dan pencegahan jangka panjang diharapkan dapat berjalan beriringan untuk meningkatkan keselamatan warga Tasikmalaya.





