, ,

Polda Jabar Ungkap Jaringan Anarkis di Balik Pembakaran Pos Polisi Gentong Tasikmalaya

Tersangka Kunci Jaringan Anarkis Diciduk, Ungkap Rantai Kerusuhan dari Bandung hingga Tasikmalaya

Diskusi Tasikmalaya- Polda Jabar berhasil mengungkap rangkaian aksi anarkis dan pembakaran yang mengguncang sejumlah lokasi, termasuk pembakaran Pos Polisi Gentong di Tasikmalaya pada akhir 2024 lalu. Penangkapan terhadap para pelaku, dengan tersangka utama seorang mahasiswa, membongkar jaringan yang terorganisir, memiliki koneksi internasional, dan bergerak di dunia maya maupun nyata untuk menyebarkan paham kekerasan.

Polda Jabar Ungkap Jaringan Anarkis di Balik Pembakaran Pos Polisi Gentong Tasikmalaya
Polda Jabar Ungkap Jaringan Anarkis di Balik Pembakaran Pos Polisi Gentong Tasikmalaya

Baca Juga : Harga Daging Ayam di Tasikmalaya Catat Rekor Tertinggi

Mahasiswa di Balik Topeng Anarki

Tersangka utama, yang diidentifikasi sebagai Aditya Dwi Laksana (AD), bukanlah seorang kriminal biasa. Ia adalah seorang mahasiswa dari UIN Bandung yang berasal dari Kabupaten Bandung. Namun, di balik statusnya sebagai pelajar, AD diduga menjadi aktor intelektual dan eksekutor dari berbagai aksi perusakan. Ia ditangkap bersama tiga komplotannya: Mochamad Naufal (MN) (pengangguran, Kota Bandung), Gregorius Hugo (GH) (pengangguran, Jakarta), dan Rizki Mahardika (RM) (pengangguran, Ciamis).

Bukan Sekadar Aksi Spontan, Melalui Perencanaan Sistematis

Berdasarkan penyelidikan polisi, peran AD jauh lebih kompleks daripada sekadar ikut merusak. Ia diduga menjadi admin media sosial yang aktif menyebarkan ideologi anarkis. Tak hanya berhenti di dunia digital, ia juga menerjemahkan pahamnya into action dengan menyusun, mencetak, dan menjual buku-buku anarkis secara online.

Langkahnya semakin berbahaya ketika ia dan MN mulai merakit bahan peledak. AD membeli end plug atau pipa untuk dijadikan bom pipa melalui toko online. Bersama MN, ia tidak hanya merakit bom molotov dan bom pipa, tetapi juga memimpin aksi pelemparannya ke Pos Polisi Gentong, Tasikmalaya. Yang lebih mencengangkan, setiap aksi ini didokumentasikan dalam bentuk video dan diunggah ke situs web internasional berhaluan anarkis untuk mendapatkan pengakuan dan dukungan.

Jaringan Kejahatan Lintas Kota dan Waktu

Rekam jejak AD dan kelompoknya ternyata sangat panjang. Polisi mengungkapkan bahwa mereka tidak hanya bertanggung jawab atas insiden di Tasikmalaya. Kelompok ini juga diduga kuat berada di balik serangkaian aksi anarkis lainnya:

  • Pembakaran ATM dan Kantor Hana Bank di Bandung menggunakan bom molotov dan bom propane (terbuat dari tabung gas portable yang dibungkus petasan).

  • Pembakaran Pos Polantas Simpang 4 Jalan Alaudin, Makassar. Dalam aksi ini, AD bahkan mengirimkan email berisi tutorial merakit bom pipa kepada pelaku di lokasi.

  • Perencanaan serangan ke Kantor DPRD Jabar pada 29 Agustus 2025. Rencana ini termasuk merakit bom dan membuka penggalangan dana (donasi) di website internasional untuk membiayai pembuatan bahan-bahan peledak.

Kapolda: “Jejak Mereka Sangat Luas”

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, menegaskan bahwa AD memainkan peran sentral dalam kerusuhan demonstrasi di Kota Bandung. “Ternyata TKP-nya tidak hanya di sini. Dari hasil pemeriksaan kita, kita mendapatkan bukti-bukti yang kuat bahwa mereka juga melakukan perusakan dan pembakaran di Pos Pol Gentong, Tasikmalaya beberapa waktu yang lalu,” ujar Rudi dalam konferensi pers.

Rudi juga menyoroti keterlibatan kelompok ini dalam aksi-aksi sebelumnya. “Masih ingat unjuk rasa penolakan RUU TNI? Mereka juga terlibat. Masih ingat juga kita tentang Gerakan Indonesia Gelap? mereka juga terlibat dan yang terbaru ya kemarin itu tanggal 29 (Agustus 2025),” pungkasnya.

Penangkapan ini merupakan pukulan telak bagi kelompok anarkis yang selama ini beroperasi secara sembunyi-sembunyi. Polisi menyatakan akan terus mendalami jaringan internasional yang diduga membiayai dan mendukung aksi-aksi tersebut, mengungkap betapa ancaman di dunia digital dapat memiliki dampak yang sangat nyata dan merusak di kehidupan nyata.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.